Dewan Minta Pemkab-Satgas Publikasikan Data Covid-19

Ilustrasi data perkembangan kasus Covid-19. Foto : ISTIMEWA

ENIMEKSPRES.SUMEKS.CO, MUARA ENIM – Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Muara Enim diduga menutupi fakta tentang perkembangan kasus Covid-19. Pasalnya, informasi dan rekapitulasi data perkembangan kasus Covid-19 di Bumi Serasan Sekundang sejak tiga pekan terakhir tidak dipublikasikan.

Padahal data perkembangan Covid-19 sangat dibutuhkan sebagai edukasi kepada masyarakat. Terlebih kasus Covid-19 di Muara Enim juga belum dapat dikendalikan oleh pemerintah daerah setempat.

“Kita mempertanyakan kenapa tidak ada publikasi informasi luas di tengah masyarakat terkait perkembangan Covid-19. Ini (Perkembangan Covid-19) wajib disampaikan kepada masyarakat baik itu melalui media cetak, online, elektronik maupun medsos,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Muara Enim, Jonidi, S.H didampingi anggota lainnya, Izudin Efendi, S.E, Selasa (13/7/2021).

Apalagi, kata dia, dirinya sempat mendengar kawan-kawan media susahnya mendapat akses informasi Covid-19. “Ini tak boleh terjadi, perkembangan laporan harian Covid-19 ini harus disampaikan kepada masyarakat sebagai edukasi agar waspada,” jelasnya.

Jika perkembangan Covid-19 tidak disampaikan, maka masyarakat Kabupaten Muara Enim pun akan kesulitan mendapatkan informasi akan perkembangan Covid-19. Sehingga kondisi ini membuat masyarakat lalai protokol kesehatan, karena lemahnya kewaspadaan akan bahaya Covid-19. “Jika tidak diinformasikan dikhawatirkan masyarakat menilai Covid-19 telah selesai,” ujarnya.

Baca juga: Ada Keluhan Terkait Penanganan Covid-19? Lapor ke JAGA, Aplikasi Milik KPK

Politisi Partai Golkar ini meminta tim Satgas dan pemerintah daerah proaktif memberikan informasi Covid-19 kepada masyarakat berkolaborasi dengan media. Mengingat kasus Covid-19 di Indonesia tengah melonjak, tak terkecuali di Kabupaten Muara Enim.

“Kalau perkembangan Covid-19 tidak disampaikan secara transparan kepada masyarakat berarti pemerintah tidak sayang dengan masyarakat. Dalam waktu dekat Komisi IV akan memanggil Tim Satgas dan Dinas Kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, A Yusran, salah seorang jurnalis senior yang bertugas di Kabupaten Muara Enim mengakui data perkembangan Covid-19 sangat sulit didapatkan. Menurutnya, memang para awak media telah difasilitasi untuk berkomunikasi lewat grup WhatsApp oleh tim Satgas. Namun belakangan informasi tidak lagi di-share tanpa disertai alasan jelas.

“Data tak lagi di-share hampir sebulan ini, kami mencari perkembangan di lapangan, tapi kenyataan data masih sulit didapat, kalau ada rapat membahas Covid-19, wartawan tidak diperkenankan masuk untuk meliput. Padahal laporan perkembangan Covid-19 ini ditunggu kantor dan masyarakat,” ungkapnya.

Terpisah, Jubir Covid Pemkab Muara Enim, Supri Ahmadi ketika dikonfirmasi mengaku bahwa dirinya tidak lagi bertugas sebagai juru bicara Tim Satgas Covid-19 Muara Enim. “Saya tidak lagi bertugas sebagai jubir lagi. Untuk informasi selanjutnya melalui Kominfo,” ujarnya singkat. (ozi/@al)