Emak-emak Demo DPRD, Ini Tuntutannya

emak-emak di Lubuklinggau demo DPRD
Aksi emak-emak saat melakukan aksi demo di halaman Gedung DPRD Kota Lubuklinggau, Senin (13/9/2021) pagi. Foto : LINGGAU POS/SUMEKS.CO NETWORK

ENIMEKSPRES.CO.ID, LUBUKLINGGAU – Sejumlah emak-emak di Kota Lubuklinggau, Senin (13/9/2021) sekitar pukul 09.00 WIB, melakukan aksi demo di halaman Gedung DPRD Kota Lubuklinggau. Kedatangan mereka, mempertanyakan tindak lanjut kasus Wakil Ketua II DPRD Lubuklinggau Suyitno, yang diduga menikahi janda yang masih dalam masa iddah.

“Halo ibu-ibu semua ayo maju ke depan,” ujar salah satu emak-emak bernama Isa (42) warga Kelurahan Marga Mulya, Kota Lubuklinggau, saat melakukan orasinya di gedung DPRD Kota Lubuklinggau.

Isa menyebut rasa kekecewaannya kepada anggota DPRD Kota Lubuklinggau, karena apa yang dilakukan tidak memberikan contoh yang baik. Sehingga tegas Isa, dia dan pasukan emak-emak yang lain tidak sependapat dengan tindakan  yang dilakukan oleh oknum DPRD Kota Lubuklinggau Suyitno, yang telah melakukan tindakan asusila seperti ini.

Sehingga dia meminta Badan Kehormatan dan Pimpinan DPRD Kota Lubuklinggau untuk segera memproses dan menindaklanjuti dugaan perbuatan amoral tersebut. “Apabila ini tidak ada tindak lanjutnya, maka kami akan datang kembali dengan massa yang lebih besar lagi,” ujar Isa.

Isa menyesali perbuatan yang dilakukan oleh oknum tersebut, seharusnya anggota DPRD itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, buat apa memberikan contoh yang seperti ini.

“Betul, betul, takbir, Allahu Akbar,” saut para peserta aksi unjuk rasa. “Rakyat makan tempe, DPRD makan sate,” cetus Isa. Selanjutnya, Isa terus berorasi, dan sambil mengajak para peserta aksi mengucapkan takbir.

Sementara, salah seorang orator dalam aksi itu, Mirwan Batubara meminta Badan Kehormatan DPRD Kota Lubuklinggau untuk segera menindak lanjuti laporan mereka. Karena sambung Mirwan, sudah satu pekan laporan belum ada kelanjutannya hingga saat ini, oleh karena itu para emak-emak datang untuk menanyakan tindak lanjutnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Lubuklinggau Didemo, Ini Penyebabnya

“Kami hadir di sini untuk yang kedua kali, bukan untuk meminta apa-apa karena kami tahu bahwa pengabdian untuk menyelesaikan ini dan moralitas atas tindakan DPRD adalah pengajuan BK (Badan Kehormatan),” tegas dia.

Dilanjutkan Mirwan, kalau laporan ini tidak ditindak lanjuti BK, kemana lagi akan mengadu, karena semua tahu bahwa prosesnya ada aturan dalam undang-undang. Oleh karena itu, jangan sampai bola panas ini ada di BK itu yang tidak diinginkan, sehingga segera putuskan siapa yang benar dan siapa yang salah, sehingga tidak ada lagi ada persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Jelaskan apakah ini sah atau tidak, apakah ini zina atau tidak, seharusnya BK menjaga itu dan ketentraman masyarakat. Seharusnya BK menjaga itu, jangan sampai ada polemik yang terjadi di masyarakat dan menimbulkan fitnah di masyarakat dan inilah tanggung jawab dari BK,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Lubuklinggau, Agus Hadi yang menerima kedatangan emak-emak ini, menegaskan bahwa masalah ini akan diselesaikan dengan aturan yang ada, tidak ada intervensi.

“Kami bekerja sesuai mekanisme. Senin kemarin sudah kita bahas. Oleh sebab itu percayakan kepada kami, semoga ada hasilnya sesuai dengan kehendak saudara-saudari sekalian,” katanya.

Agus Hadi juga menyampaikan, Senin nanti akan dipanggil pihak-pihak yang bersangkutan. “Jika ada pelanggaran kode etik, maka sanksinya berupa teguran, sanksi tertulis, dan terakhir rekomendasi pada partai yang bersangkutan,” jelasnya.

Usai ditemui Agus Hadi, massa pun membubarkan diri dan sempat melakukan aksi di kantor DPC PDIP Lubuklinggau. (linggaupos.co.id/sumeks.co netowork)