Harga Karet Naik Tipis

Harga getah karet naik
Petani karet di Ogan Komering Ilir (OKI) menjual hasil karetnya di UPPB. Foto : NISKIAH/SUMEKS.CO NETWORK

ENIMEKSPRES.CO.ID, KAYUAGUNG – Harga karet berangsur naik walaupun ‘tipis’. Kenaikan hanya berlaku untuk kadar karet kering dari 100 persen hingga 40 persen.

“Kadar karet kering 100 persen sekarang senilai Rp20.224/kg. Naik tipis,” jelas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten OKI, Ir. Imlan Kairum melalui Kepala Kepala Bidang Penyuluhan Pengolahan dan Pemasaran, Zulkarnain, S.P, Kamis (7/10/2021).

Menjaga harga, petani karet diimbau menggunakan pembeku karet yang direkomendasikan. Tujuannya, membuat kadar karet memiliki kualitas bagus, sehingga dapat dijual dengan nilai yang tinggi. “Kita mengimbau seluruh petani karet untuk gunakan pembeku yang dianjurkan, karena lebih maksimal, yaitu menghasilkan kadar karet kualitas baik, ” kata Zulkarnain.

Baca juga:

Harga Labil, Produksi Getah Karet Turun

Selama ini, ditingkat petani untuk membekukan karet menggunakan pupuk, cuka parah, dan tawas. Hasilnya kurang bagus, harga karet jadi rendah. Dengan begitu jelas pendapatan petani menjadi berkurang.

Petani juga dianjurkan agar umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama. Misal, umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan bokar yang berumur dua atau tiga hari. Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi kadar karet keringnya.

Zulkarnain menuturkan, saat ini untuk kadar karet kering 70 persen diharga Rp14.157/kg, kadar karet kering 60 persen diharga Rp 12.134/kg, kadar karet kering 50 persen diharga Rp10.112/kg, dan kadar karet kering 40 persen diharga Rp8.090/kg.

Kenaikan harga karet terjadi karena adanya pemulihan ekonomi di Jepang. Di mana Jepang merupakan negara konsumen terbesar kelima karet dunia, sehingga membuat ekspektasi harga karet di pasar global ikut terdorong meningkat. (nis/seg)