Hilirisasi Industri Penopang Biaya Pembangunan di Indonesia

Menko Luhut sebut hilirisasi industri ke depan mampu menopang pembangunan Indonesia
Menko Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan bersama Komut PT WSM, Dahlan Iskan, usai webinar yang diikuti 200 lebih pengelola media jaringan Disway. Foto : DISWAY FOR ENIMEKSPRES.CO.ID

ENIMEKSPRES.CO.ID, MUARA ENIM – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, saat ini hilirisasi industri di Indonesia merupakan sektor yang sangat diminati oleh Penanaman Modal Asing (PMA).

“Sektor hilirisasi industri ini salah satu faktor yang sangat membantu membiayai pembangunan di Indonesia,” kata Luhut, saat webinar bersama lebih dari 100 media, baik cetak, online, radio, maupun televisi, di bawah naungan PT Wahana Semesta Media (WSM) dan Disway, termasuk Enim Ekspres Group, Senin (10/1/2022).

Menko Luhut menerangkan, adapun PMA di Indonesia yang berperan dalam hilirisasi industri, yakni di bidang logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya. Kemudian, transportasi, gudang dan telekomunikasi, pertambangan, industri makanan, listrik, gas, dan air.

“Untuk capaian target ekspor industri hilirisasi ini pada 2021 mencapai angka tertinggi dari 2011 hingga 2021 naik menjadi USD 25 miliar,” ucap Menko Luhut, di hadapan Komisaris Utama PT WSM, yang juga mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Kemudian, Luhut menjelaskan rencana ke depan hilirisasi industri Indonesia, yakni membangun basis industri bernilai tambah tinggi untuk mendukung digitalisasi ekonomi yang maju semakin pesat.

Selanjutnya, mengalokasi sumber energi rendah emisi untuk industri bernilai tambah tinggi.  Serta membentuk talent pool yang berkualitas melalui program penjaringan S1 jurusan teknik dan sains. “Untuk diarahkan bekerja di Perusahaan kelas dunia di bidang teknologi,” papar Luhut.

Baca juga: Dipandu Komut WSM Dahlan Iskan, Enim Ekspres Webinar Bersama Menko Luhut

Menko Luhut, yang juga didampingi Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto, dan Staf Khusus Bidang Hubungan Internasional dan Perjanjian Internasional, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, M. Firman Hidayat, turut menyampaikan kemajuan ekonomi, pengembangan pariwisata medis, pembangunan kawasan industri Kalimantan Utara, dan topik pembangunan nasional lainnya.

“Ke depannya pengembangan hilirisasi industri berbasis energi ramah lingkungan akan menjadi andalan Indonesia. Termasuk juga pengembangan pariwisata medis yang sangat memungkinkan karena potensinya telah ada,” kata Luhut.

“Saya berharap, media-media jaringan WSM dan Disway di bawah komando Pak Dahlan Iskan, bisa ikut berperan dalam menyebarluaskan kemajuan perekonomian Indonesia,” harap Luhut.

Sementara itu, saat memulai webinar, Komisaris Utama PT WSM dan Disway, Dahlan Iskan mengenalkan, webinar tersebut diikuti sekitar 200 orang yang mengelola lebih dari 100 media jaringan Disway Nasional Network (DNN).

“DNN ini secara resmi akan kita launching atau perkenalkan ke masyarakat Indonesia pada April mendatang atau setelah Lebaran,” terang Dahlan Iskan

Sekarang, lanjut Dis –sapaan akrab Dahlan Iskan–, ke depan di bawah DNN ditargetkan bisa bertambah 400 media, bahkan 1.000 media. “Kita ingin menjadi jaringan media terbesar di Indonesia. Serta siap berkontribusi menyebarluaskan pembangunan di Indonesia,” tukas Dahlan Iskan. (@al/dre/mg01)