Inovasikan Serbuk Kayu jadi Listrik, PLTU Bukit Asam Pilot Project Co-Firing se-Sumatera

Inovasi Serbuk Kayu jadi Listrik
Launching Co-Firing PLTU Bukit Asam sebagai pilot project pembangkitan di regional Sumatera. Foto : ISTIMEWA

PLTU Bukit Asam Campur Serbuk Kayu dengan Batu Bara

ENIMEKSPRES.CO.ID, MUARA ENIM – PLTU Bukit Asam adalah pembangkit tenaga uap yang berlokasi di Jalan Lingga Raya Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. PLTU Mulut Tambang ini berjarak 190 km dari Kota Palembang, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam perjalanan darat.

Kapasitas PLTU Bukit Asam sebesar 4×65 MW. Di mana unit 1 dan 2 mulai beroperasi pada 1987, sedangkan unit 3 beroperasi 1994. Kemudian di tahun 1995 unit 4 juga mulai beroperasi. Adapun bahan bakar utama pembangkit tersebut yaitu batu bara, sementara bahan bakar start up ialah biodiesel.

Dari 23 PLTU Regional Sumatera dan Kalimantan, PLTU Bukit Asam menjadi salah satu Perusahaan yang akan melaksanakan implementasi Co-Firing. Co-Firing sendiri adalah salah satu breakthrough dalam transformasi PLN yaitu, green.

General Manager PLN UIKSBS, Djoko Mulyono mengatakan salah satu tujuan dari Co-Firing adalah memenuhi target bauran energi nasional EBT 23% atau sebesar 18 GW pada tahun 2025 mendatang. Sejauh ini, lanjutnya, ditargetkan 52 PLTU Co-Firing guna mendukung roadmap Co-Firing PLTU batu bara secara nasional.

Inovasi Serbuk Kayu jadi Listrik
General Manager PLN UIKSBS, Djoko Mulyono. Foto : ISTIMEWA

Adanya Co-Firing tersebut, sambung Djoko, maka dapat mereduksi emisi dari PLTU Bukit Asam serta menekan angka Biaya Pokok Produksi (BPP). Pada rangkaian acara launching Co-Firing PLTU Bukit Asam yang digelar secara virtual dan didukung penuh oleh PT PLN (Persero) Kantor Pusat.

“Sebanyak tiga persen Co-Firing di PLTU Bukit Asam dapat mengurangi BPP dan tentunya akan semakin kompetitif harganya, sekaligus dapat mereduksi emisi PLTU,” tutur Djoko Mulyono.

Pada kesempatan yang sama, EVP Pembangkit & EBT Regional Sumatera Kalimantan, Bambang Iswanto, mengungkapkan potensi yang luar biasa dari pemanfaatan Co-Firing dengan tetap mampu menghasilkan ratusan megawatt.

“Dengan adanya Co-Firing ini kita mampu memanfaatkan sekitar lima persen dari energi fosil, kita gantikan dengan biomass maka dengan cepat dapat menambah bauran energi sebesar 130 megawatt. Ini merupakan potensi yang sangat luar biasa,” ujar Bambang Iswanto.

Inovasi Serbuk Kayu jadi Listrik
Manager PT PLN UPK Bukit Asam, Abdi Nafi’. Foto : ISTIMEWA

Di akhir acara, Direktur Regional Sumatera Kalimantan, M. Ikbal Nur mengatakan, bahwa bauran energi yang bersumber biomass yang belum termanfaatkan di pasaran agar bisa menjadi energi listrik.

“Hal yang luar biasa dari Co-Firing adalah potensi penurunan BPP sekitar Rp18 per kWh dan emisi karbon turun, ke depannya kita harus berkomitmen biomass yang belum termanfaatkan di pasaran agar bisa masuk ke PLTU Bukit Asam untuk dimanfaatkan menjadi energi listrik,” kata M. Ikbal Nur.

Dengan launchingnya Co-Firing PLTU Bukit Asam sebagai pilot project pembangkitan di regional Sumatera, diharapkan PLN UIKSBS dapat memanfaatkan limbah biomassa, seperti serbuk kayu sehingga dapat menekan angka emisi karbon.

Selain itu, PLN UIKSBS turut serta mengurangi pemakaian energi yang berbahan dasar fosil yang mana energi tersebut merupakan energi yang tidak dapat diperbaharui. (rel/seg)