Kantor Cabang DHD Farm PALI Dipasang Garis Polisi

Kantor DHD Farm PALI dipasang garis polisi
Petugas Polda Sumsel memasang garis polisi di kantor Cabang DHD Farm PALI. Foto : EBI/ENIMEKSPRES.CO.ID

ENIMEKSPRES.CO.ID, PALI – Kantor Cabang DHD Farm Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang terletak di Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, akhirnya dipasang garis polisi (Police Line). Itu dilakukan pihak kepolisian pasca mencuatnya koperasi yang bergerak di bidang ternak lele ini dilaporkan ratusan mitranya.

Pelaporan dilakukan para mitra karena DHD Farm diduga telah melakukan penipuan hingga puluhan miliar. Pemasangan garis polisi dilakukan Polda Sumatera Selatan dibackup Polres PALI, usai dilakukannya pencarian barang bukti tambahan yang berada di dalam kantor yang menyerupai rumah dengan cat dinding berwarna biru laut tersebut.

Selain itu, ratusan kolam ikan lele yang berada di lingkungan kantor DHD Farm terlihat kosong. Pagar pintu masuk sudah digembok dan situasi di dalam areal kantor terlihat sepi dan tidak ada aktivitas satu orang pun di dalamnya.

Kaisar Napoleon, salah satu warga setempat yang juga mitra DHD Farm Cabang PALI mengatakan, bahwa tidak ada lagi aktivitas di dalam lingkungan lahan DHD Farm sejak mencuatnya kabar dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan DHD Farm.

Baca juga:

Air PDAM Keruh dan Jarang Mengalir, Pelanggan Mengeluh

“Luas areal lokasi kolam dan kantor sekitar dua hektare. Sedangkan kolamnya ada ratusan, Pak. Saat ini di dalam kolam hanya berisikan airnya saja. Tidak ada lagi ikan lele di dalamnya,” terang Kaisar, kemarin (12/10/2021).

Dikatakan Kaisar, bahwa ia bergabung dengan DHD Farm sejak satu tahun lalu, dan diakuinya sudah menikmati pembagian hasil keuntungan selama enam bulan. Hingga mengalami kendala dalam pembagian hasil di Juni 2021.

“Setahu saya ternak lele sudah tidak ada sejak Juni 2021. Ketika pembagian hasil ke mitra yang biasanya kami terima mendadak terhenti. Sejak itulah, muncul gejolak para mitra DHD Farm,” terang Kaisar.

Sementara itu, Kapolres PALI, AKBP Rizal Agus Triadi membenarkan pemasangan garis polisi dilakukan Polda Sumsel. Pihaknya hanya sekedar membackup agar situasi di sekitar kantor tetap kondusif.

“Jadi kita hanya sekedar membackup saja. Kita juga mengarahkan, bagi ada anggota DHD Farm yang hendak membuat laporan bisa mendatangi Polda Sumsel. Karena memang perkaranya langsung ditangani Polda Sumsel,” jelas Kapolres. (ebi/mg01)