Kisah Anak Tukang Cukur Diterima Taruna Akmil

    Tarman (kiri) dan Sersan Taruna Yanwar Jumowo (kanan). Foto : ISTIMEWA

    ENIMEKSPRES.SUMEKS.CO, JAKARTA – Diterima sebagai taruna di Akademi Militer (Akmil) TNI menjadi impian sebagian siswa SMA sederajat. Tidak harus berlatar belakang keluarga militer untuk diterima menjadi taruna Akmil TNI.

    Seorang anak tukang cukur bernama Sersan Taruna Yanwar Jumowo, lulus menjadi Taruna Akademi Militer TNI Angkatan Darat.

    Ada cerita haru di balik perjuangan Yanwar Jumowo hingga akhirnya dapat diterima menjadi taruna Akmil. Menurut Yanwar, usahanya menjadi prajurit TNI AD dapat terkabul berkat cita-cita, usaha, ikhtiar, dan doa. Demikian dalam siaran pers TNI Angkatan Darat yang diterima, Minggu (15/8/2021).

    “Saya menjadi tentara karena keinginan sendiri dan karena saya senang melihat prajurit tentara yang gagah menaiki tank-tank,” ucapnya. Yanuar kemudian bercerita bahwa keinginannya menjadi TNI telah tumbuh sejak kecil.

    Tepatnya ketika dirinya diajak ayahanda tercinta melihat-lihat alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. “Saat di sana saya bilang, ‘ayah, saya ingin menjadi seperti orang itu’. Saya menunjuk tentara yang sedang menaiki tank,” ucapnya. Cita-cita Yanwar begitu kuat, sehingga dia berusaha keras merealisasikannya dengan latihan intensif.

    Baca juga: Mengenal Citra, Sosok Inspiratif Asal Muara Enim

    Mulai dari lari setiap hari, melakukan kegiatan olahraga lain untuk meningkatkan stamina, kesehatan, dan kebugaran. Semua itu agar lolos tes kesehatan dan tes-tes lain untuk menjadi Taruna Akmil.

    Ketika menjalani pendidikan taruna, dia mengatakan disiplin dan ketekunan menjadi kunci agar nantinya dapat menjadi prajurit yang mampu memberikan pengabdian terbaik untuk bangsa.

    “Kegiatan di sini cukup padat, menguras tenaga, berbeda dengan kegiatan sehari-hari saat masih sekolah atau di rumah. Di sini tidak bisa santai-santai, semua dibatasi dengan waktu, semua kegiatan di sini terprogram dengan baik,” ucapnya.

    Ayah Sersan Taruna Yanwar Jumowo yang berprofesi sebagai tukang cukur, Tarman menyebutkan siapa pun bisa menjadi prajurit TNI asal memiliki kemauan dan usaha.

    “Seperti kata pimpinan-pimpinan (TNI), sudah membuktikan kalau masuk taruna itu tanpa duit, yang penting usaha dan doa, jadi kalau ada yang ngomong pakai duit itu salah, keliru itu,” pungkas Tarman. (jpnn/jpg)