Kisah Pilu Kakak Beradik Bergantian Pakai Sepatu Sekolah

Kakak beradik harus gantian pakai sepatu sekolah karena orang tua belum memiliki uang
Potongan video kakak beradik yang harus bergantian sepatu sekolah. Foto : ISTIMEWA

ENIMEKSPRES.CO.ID, BAUBAU – Kisah pilu kakak beradik bergantian sepatu sekolah terjadi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka tak punya sepatu dan harus bergantian sepatu demi bisa masuk sekolah.

Kedua kakak-adik itu bernama Nadia Blink (11) dan adiknya bernama Rizky Blink (9), sama-sama bersekolah di SD Negeri 3 Wameo, Kota Baubau. Ibu 2 bocah SD itu, Mardiana mengaku belum memiliki uang yang cukup untuk membelikan sepatu kepada kedua anaknya.

“Maaf sebenarnya saya tidak tahu kalau video itu viral, jujur saya malu karena tidak bisa kasih apa-apa ke anak saya karena hari itu juga saya belum punya cukup uang untuk beli sepatu,” kata Mardiana, Selasa (23/11/2021).

Mardiana mengaku sempat menangis setelah melihat video kedua anaknya. Karena uang yang terbatas, dia baru memberikan sepatu kepada Nadia, sementara Rizky diminta bersabar.

Mardiana, yang bekerja sebagai sales di salah satu perusahaan di Kota Baubau menuturkan, ia memang tidak memiliki penghasilan tetap. Dia akan digaji berdasarkan konsumen yang dia dapat, tapi hal itu tidak membuat kedua anaknya berkecil hati.

Baca juga: Viral! Presenter Berita Ini Nangis saat Wawancara Penyelamat Gala, Anak Vanessa Angel

Ia juga mengungkapkan, kedua anaknya memang sudah saling menyayangi sejak kecil. “Dari umur 3 dan 4 tahun mereka memang sudah baku bawa (saling bawa), baku (saling) sayang sekali bahkan sampai sekarang masih tidur sama-sama,” jelasnya.

“Adiknya itu ingin punya sepatu seperti punya kakaknya, saya hanya bilang sabar dulu, tapi ini anak bilang kalau belum ada tidak apa-apa mama, kami bisa gantian dulu,” katanya.

Mardiana juga tidak mengetahui siapa pihak yang merekam video kedua anaknya sedang bergantian sepatu itu kemudian diviralkan ke media sosial. Dia baru tahu video anaknya viral setelah diberi tahu teman kerja.

“Saya mau pergi kerja baru saya dihubungi sama teman kerja saya, katanya suruh buka FB, lalu saya numpang WiFi dan saya lihat video kedua anak saya,” tuturnya.

Setelah video tersebut viral, pada 19 November, Mardiana mengaku juga sudah mendapatkan kunjungan langsung dari Kapolres Baubau dan diberikan sepatu dan beberapa bantuan lainnya. Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada orang-orang yang sudah mau peduli.

“Terima kasih banyak, setelah video itu viral saya juga sudah dapat bantuan tapi mungkin sudah cukup karena masih banyak orang di luar sana yang juga mungkin sengsara,” jelasnya. (ral/int/pojoksatu)