Makam Almarhumah Percha Leanpuri Masih Ramai Didatangi Peziarah

    Makam Percha Leanpuri masih ramai didatangi hingga sekarang. Peziarah mendoakan almarhumah
    Suasana makam almarhumah di TPU Gandus masih ramai didatangi peziarah. Foto : ISTIMEWA

    Tenda bekas pemakaman almarhumah (Almh) Hj Percha Leanpuri, B.Bus, MBA, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kecamatan Gandus Palembang sejak 20 Agustus 2021 hingga sekarang masih terpasang. Pihak keluarga belum membongkarnya, karena hingga saat ini masih ada masyarakat Sumsel yang berdatangan untuk ziarah.

    – PURWADI, Palembang –

    MASYARAKAT Sumatera Selatan khususnya dan Indonesia umumnya sangat terkejut. Mereka seakan tak percaya politisi muda Hj. Percha Leanpuri Binti H. Herman Deru (Gubernur Sumsel) dipanggil Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Namun, itulah kenyataannya. Politisi mewakili kaum milenial ini telah kembali menghadap Allah, Kamis, 19 Agustus 2021 sekira pukul 17.45 di RSMH Palembang dalam usia 35 tahun.

    Besoknya, Jumat, 20 Agustus 2021 pagi sekira pukul 09.00 WIB proses pemakaman putri sulung pasangan H. Herman Deru dan Hj. Febrita Lustia dilaksanakan di TPU Gandus Palembang.

    Banyak yang menyaksikan, baik secara langsung (tetap mematuhi protokol kesehatan/terbatas), karena masih Pandemi Covid 19. Maupun secara virtual melalui link zoom oleh Dinas Kominfo Sumsel.

    Ribuan masyarakat Sumsel menyaksikan prosesi pemakaman almarhumah secara virtual, termasuk penulis. Penulis tidak bisa menyaksikan pemakaman secara langsung karena juga sedang sakit. Penulis sempat menghubungi TGUPP, H. Surya Bhakti untuk mengucapkan belasungkawa sekaligus menyampaikan tidak bisa hadir langsung.

    Ribuan ucapan belasungkawa dan doa terbaik mengiringi kepergian almarhumah lewat menu zoom chat. Papan ucapan pun disusun berjejer mencapai kiloan meter baik di Griya Agung Jalan Deman Lebar Daun maupun di sekitaran TPU Gandus. Semua golongan merasa kehilangan. Tua muda ikut mendoakan yang terbaik untuk almarhumah.

    Ada juga masyarakat yang tidak sempat melayat secara langsung atau mengikuti proses pemakaman melalui virtual zoom mereka datang ke pemakaman mulai siang setelah pemakaman hingga sekarang masih ada yang berkunjung. Baik dari Sumsel maupun luar Sumsel. Hal ini ujar Hj. Meilinda, adik kandung H. Herman Deru, tante dari almarhumah.

    “Dari waktu pemakaman hingga saat ini, masih ramai yang berziarah, baik perorangan, keluarga, kelompok/organisasi dari berbagai daerah se-Sumsel maupun dari luar Sumsel. Kami sangat berterima kasih atas doa masyarakat baik datang langsung maupun dari rumah masing-masing,” ujar Meilinda.

    Baca juga: Percha Tetap Dikenang, jadi Motivasi Generasi Muda

    Melihat ini, kata Meilinda mereka terharu. Begitu luar biasanya cinta masyarakat Sumsel terhadap Hj. Percha Leanpuri.

    “Kami bangga begitu luar biasanya cinta masyarakat terhadap almarhumah. Harapan kami semoga dengan almarhumah Hj. Percha Leanpuri ini di TPU Gandus dapat membawa dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Bagi masyarakat Kota Palembang jika ada keluarga yang meninggal dan mau memakamkannya di TPU Gandus. Tempatnya sangat bagus terbebas dari banjir.”

    Menurut Hj. Meilinda yang juga Anggota DPRD Sumsel dari Partai NasDem 2014-2019, sejak almarhumah dimakamkan, dirinya hampir setiap hari berkunjung ke makam. Dan menyaksikan masih ada masyarakat yang ziarah. Makanya keluarga memutuskan sampai hari ini (ketika penulis mengirim WA ke Hj. Meilinda, Selasa 7 September 2021), belum mau melepas tenda, mengingat masih banyaknya peziarah yang datang.

    “Saya hampir setiap hari ke makam. Dan yang saya lihat banyak sekali deraian air mata dan doa yasinan dari peziarah. Bahkan ada juga peziarah yang tidak pernah bertemu almarhumah, tetapi karena mendengar kebaikan almarhumah mereka rela datang dari jauh untuk berziarah,” papar Meilinda.

    Mewakili dari pihak keluarga, Hj. Meilinda tak henti-hentinya menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam atas perhatian masyarakat Sumsel dan sekitarnya.

    “Semoga ananda Hj. Percha Leanpuri Binti H. Herman Deru dilapangkan/diterangkan Allah SWT kuburnya, diampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya. Aamiin,” tutup Hj. Meilinda.

    Di antara para peziarah, yakni anak-anak dari almarhum H. Sujai Cahya Negara. Oyik dan Ojan yang ziarah bersama ibunya. Menurut Oyik, mereka yang hadir selain dari dalam Kota Palembang ada juga dari Belitang OKU Timur. Ada juga dari daerah lainnya.

    “Memang yang datang mereka yang tidak sempat melayat saat hari wafatnya. Rata-rata yang hadir membaca surah Yasin dan berdoa. Tenda dan kursi masih ada. Tidak ada panitia khusus, tetapi ada Pol PP dan warga yang mengarahkan ketika kita datang ke makam,” ujar Fasha Qari Barda (Oyik) dan Fauzan Qalam Ardhi alias Ojan, putra almarhum Sujai Cahya Negara bersama ibunya Solehawati. (*/sumeks.co network)