Oknum Dosen Unsri yang Diduga Cabuli Mahasiswi Dicopot dari Jabatannya

Oknum dosen Unsri berinisial A dicopot dari jabatannya karena melakukan tindakan cabul
Unsri kampus Bukit Besar. Foto : DENDI ROMI/SUMEKS.CO

ENIMEKSPRES.CO.ID, PALEMBANG – Universitas Sriwijaya (Unsri) mengambil tindakan tegas terhadap oknum dosen yang diduga melakukan perbuatan cabul terhadap salah satu korban pelecehan.

Wakil Rektor 1 Unsri, Prof. Ir. H. Zanuddin Nawawi, PhD menyatakan pihaknya menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian dalam hal ini Polda Sumsel.

“Ya, seminggu yang lalu oknum pengajar tersebut telah kita panggil. Dan dia mengakui perbuatannya yang telah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan,” tegas Zainuddin dikonfirmasi via ponselnya, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: Soal Kasus Pelecehan Mahasiswi, Begini Kata Rektor Unsri

Pihaknya juga telah memberikan sanksi berupa sanksi administrasi dan akademik. “Yakni dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Jurusan di salah satu program studi (prodi),” tambah Zainuddin.

Informasi yang dihimpun, oknum dosen muda tersebut berinisial A kelahiran tahun 1986. “Status yang bersangkutan sebagai dosen ASN. Jadi kami masih akan menunggu kelanjutan proses hukum dari kepolisian. Dan kita siap kooperatif apabila diminta,” tandasnya.

Sebelumnya, satu dari tiga korban dugaan pelecehan oleh oknum pengajar di lingkungan Universitas Sriwijaya (Unsri), Selasa (30/11/2021) melapor ke Polda Sumsel. Korban yang diketahui berinisial Dr (22), mendatangi Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel dan laporan korban resmi diterima.

Korban sempat membuat pengakuan di media sosial, lalu diposting ulang oleh akun Instagram @palembang.eksis, Senin (27/9/2021) lalu. Dalam tulisannya, korban mengaku sebagai mahasiswi semester tua yang baru selesai sidang. (dho/sumeks.co)