Orang Tua Ikut Campur, Istri jadi Tak Nurut Suami

Rumah tangga Donwori dan Karin berantakan karena orang tua sering ikut campur
Ilustrasi. Grafis : JUJUK SUWANDONO/RADAR SURABAYA

ENIMEKSPRES.CO.ID, Jika anak sudah menikah, maka orang tua tak boleh ikut campur. Sebab jika terlalu ikut nimbrung, bisa-bisa keluarga jadi hancur.

Cita-cita Donwori (41), memiliki istri yang salehah pupus sudah. Sebab istrinya, Karin (23) kerap melawan dan tak patuh kepada Donwori. Padahal, usia pernikahan baru menginjak dua tahun.

Donwori bercerita, pernikahannya dengan Karin semula berjalan rukun, damai dan tentram. Nyaris tak tertimpa masalah apa-apa. Sayang, prahara rumah tangga Donwori mulai goyah sejak Maret 2021 lalu.

“Menikah 2019 sampai awal 2021 masih tentram. Tapi sejak Maret istri mulai suka melawan. Sering cekcok dan bertengkar juga,” ujar Donwori.

Baca juga: Menikah 1,5 Tahun, Istri Selalu Ogah Diajak Ehem-Ehem

Prahara rumah tangga Donwori itu bermula saat orang tua Karin mulai ikut campur dengan kehidupan Karin. Sering diminta tinggal bersama orang tua hingga lupa dengan kewajiban terhadap suami.

“Mulai suka berani dan melawan. Lebih lebih menuruti kemauan orang tuanya dari pada perkataan saya. Padahal saya suaminya,” kata Donwori.

Angin ribut dalam rumah tangga Donwori itu berjalan hingga Juni 2021. Karin pergi dari rumah tanpa pamit dengan Donwori. Saat itu, Karin diketahui tinggal bersama orang tuanya di Sawahan, Surabaya.

Badai rumah tangga tersebut membuat keluarga besar Donwori kecewa. Karena sudah tak bisa di satukan kembali, Donwori diminta pisah saja. Katanya dari pada hidup dengan wanita tak dewasa, mending menduda.

Donwori yang merasa sudah tak merasakan keharmonisan sontak saja menerima. “Ya kan masih bisa cari wanita yang lebih baik lagi. Yang lebih dewasa loh mas. Bukan yang selalu nempel orang tua,” bebernya. (opi/radarsurabaya)