Pasca Lebaran, Harga Cabai dan Bawang Merah di Kabupaten PALI Naik

Pasca lebaran harga cabai dan bawang merah di Kabupaten PALI naik
Pasca Hari Raya Idul Fitri 1443 H, harga cabai dan bawang merah di Bumi Serepat Serasan, naik. Foto : EBI/ENIMEKSPRES.CO.ID
ENIMEKSPRES.CO.ID, PALI – Pasca hari raya Idul Fitri 1443 H, rupanya harga bahan pangan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tidak mengalami penurunan, justru naik.
Seperti cabai merah yang saat ini menyentuh harga Rp80 ribu dari harga sebelumnya Rp65 ribu per kilogram. Bawang merah mencapai Rp50 ribu dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Jamilah, pelaku UKM asal Kecamatan Talang Ubi yang menjual ikan Segarurung khas Kabupaten PALI, mengaku memilih libur meski banyak pesanan.
“Ikan Segarurung memerlukan cabai yang banyak, belum lagi bawang dan lainnya, di mana harga bahan pangan setelah lebaran malah tambah mahal. Jadi saya pilih menolak pesanan karena kalau kita layani pasti rugi. Ada rencana harga dinaikkan, tapi kasihan pada pelanggan,” katanya, Selasa (10/5/2022).
Terpisah, Iwan Arifin, pedagang cabai dan sayuran di pasar Inpres Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, mengaku melonjaknya harga pangan akibat belum stabilnya pasokan cabai dan sayuran dari pengepul lantaran masih suasana lebaran.
“Pasokan sedikit sementara permintaan banyak, jadinya harga naik. Tapi mudah-mudahan tidak lama lagi harga bahan pangan terutama sayuran bisa kembali normal,” harapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni berulang kali menyerukan, agar masyarakat menanam sayuran dengan memanfaatkan lahan yang ada, di antaranya halaman rumah.
“Kalau kita menanam, apabila harganya naik, kita tidak terkena imbas. Bahkan apabila tanaman itu ditanam di atas lahan yang cukup luas bisa dijual dan pastinya akan menambah penghasilan keluarga,” imbuhnya. (ebi/mg01)