Pemkab Muara Enim Masuk 16 Besar Nominasi Anugerah KPAI 2021

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Riswandar bersama dinas/instansi terkait foto bersama usai mengikuti penyerahan Anugerah KPAI 2021 secara virtual di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muara Enim. Foto : ANDRE/ENIMEKSPRES.CO.ID

ENIMEKSPRES.CO.ID, MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim berhasil masuk dalam 16 besar sebagai nominasi pemerintah daerah kabupaten yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak dan pelaporan berbasis Sistem Informasi Monitoring Evaluasi dan Pelaporan (SIMEP) Perlindungan Anak, yang diselenggarakan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Pemberian Anugerah KPAI Tahun 2021 berlangsung secara virtual, dan diikuti oleh jajaran pejabat Pemkab Muara Enim serta dinas/instansi lainnya di Ruang Rapat Pangripta Nusantara, Kantor Bappeda Kabupaten Muara Enim, Kamis (22/7/2021).

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Pj Bupati Muara Enim Dr. H. Nasrun Umar, S.H., M.M diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Riswandar, S.H., M.H, dan Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar, S.I.K diwakili Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Darma, S.I.K., S.H.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Muara Enim Vivi Mariani bersama jajaran foto bersama di sela Anugerah KPAI 2021. Foto : ANDRE/ENIMEKSPRES.CO.ID

Kemudian, hadir juga Kepala Kantor Kementerian Agama Muara Enim Drs. H. Azhari Rahardi, M.Si diwakili Kasubag TU H. Solihan, S.Ag., M.Pd.I, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Muara Enim Vivi Mariani, S.Si, M.Bmd, Apt, perwakilan Pengadilan Negeri Muara Enim, serta pejabat lingkup Pemkab Muara Enim lainnya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Muara Enim, H. Riswandar mengatakan, masuk dalam nominasi Anugerah KPAI ini merupakan tahun pertama bagi Pemkab Muara Enim. Atas nominasi ini, Riswandar mengucapkan terima kasih kepada KPAI yang telah memberikan kepercayaan.

“Ini merupakan tonggak sejarah bagi kita (Pemkab Muara Enim) untuk berbuat yang lebih baik dengan tentunya menjadikan kabupaten yang peduli anak. Dan ke depan kita akan lebih memperbanyak inovasi-inovasi sehingga mampu bersaing di tingkat nasional (untuk mendapatkan Piala Anugerah KPAI),” ungkap Riswandar.

Peserta terdiri dari pejabat Pemkab Muara Enim dan instansi lain mengikuti jalannya acara Anugerah KPAI 2021 secara virtual di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muara Enim. Foto : ANDRE/ENIMEKSPRES.CO.ID

Kepala Dinas PPPA Muara Enim, Vivi Mariani menambahkan, Pemkab Muara Enim berhasil menduduki posisi 16 dari 21 kabupaten yang masuk dalam nominasi Anugerah KPAI Tahun 2021. Di mana secara keseluruhan, terdapat lebih dari 300 kabupaten se-Indonesia yang mengirimkan laporan SIMEP Perlindungan Anak untuk meraih nominasi Anugerah KPAI.

“Insya Allah di tahun depan kita akan berupaya lebih baik lagi dengan bekerjasama dengan lintas sektor, seperti Polres, Pengadilan, Kejaksaan, Bapas (Balai Pemasyarakatan), Dinsos, dan OPD-OPD lain. Sehingga bisa meraih Piala Anugerah KPAI,” ungkap Vivi.

Bukan hanya itu, pada tahun ini pihaknya telah membuat beberapa inovasi sehingga kegiatan perlindungan anak di Kabupaten Muara Enim lebih baik dan lebih komprehensif. Selain itu, di tahun ini juga pihaknya sedang berupaya membentuk UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Riswandar bersama tamu undangan saat mengikuti acara Anugerah KPAI 2021. Foto : ANDRE/ENIMEKSPRES.CO.ID

“Diharapkan tahun depan, upaya-upaya tersebut bisa dilakukan secara maksimal sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, harapannya juga tahun depan kita bisa mendapat Piala Anugerah KPAI,” harap Vivi.

Sementara secara virtual, Ketua KPAI, Dr. Susanto, M.A menjelaskan, Anugerah KPAI diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen, capaian, kepeloporan instansi, organisasi profesi, KPAD serta, forum anak dan anak inspiratif, dalam rangka Hari Anak Nasional Tahun 2021.

“Sebagai bentuk inovasi KPAI menjalankan tugas pengawasan perlindungan anak, KPAI telah mengembangkan E-SIMEP (Sistem Informasi Monitoring Evaluasi dan Pelaporan). E-SIMEP ini sebagai layanan pelaporan capaian perlindungan anak oleh kementerian/lembaga serta pemerintah daerah,” jelas Susanto.

Ketua KPAI, Dr. Susanto, M.A secara virtual membuka acara Anugerah KPAI 2021. Foto : SCREENSHOT/YOUTUBE KPAI

Lanjutnya, Anugerah KPAI 2021 diberikan kepada Kementerian, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota atas komitmennya dalam penyelenggaraan perlindungan anak dan penilaian atas laporan perlindungan anak berbasis E-SIMEP, dengan empat indikator, antara lain; pertama, komitmen dalam penyelenggaraan perlindungan anak; kedua, penilaian capaian berbasis E-SIMEP; ketiga, inovasi kebijakan dan program; serta keempat dampak.

“Kami berharap, semoga anugerah ini dapat membangkitkan spirit baru bagi percepatan perlindungan terhadap anak di Indonesia,” ungkapnya.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P diwakili Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda, Dr. Femmy Eka Kartika. Putri, M. Psi. menyebut, Anugerah KPAI menjadi pengingat pentingnya pemenuhan hak anak saat ini, terutama di masa pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda, Dr. Femmy Eka Kartika. Putri, M. Psi, menyampaikan sambutan Menko PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P pada acara Anugerah KPAI 2021. SCREENSHOT/YOUTUBE KPAI

“Pemberian Anugerah KPAI Tahun 2021 ini mengingatkan kita kembali tentang pentingnya memenuhi hak anak, apalagi pada masa pandemi Covid-19. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup tumbuh berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Femmy.

Oleh karenanya, Femmy mengatakan tidak boleh ada seorang anak yang diabaikan dalam memperoleh haknya dimanapun dia berada, dan bagaimanapun kondisinya, termasuk anak penyandang disabilitas, karena anak-anak tersebut juga mempunyai hak yang sama di berbagai bidang kehidupan.

Femmy mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan penyerahan Anugerah KPAI 2021 sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap kementerian/lembaga, pemerintah daerah, organisasi profesi, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan perorangan yang telah berkontribusi aktif terhadap perlindungan anak dan terhadap hak anak.

Piagam penghargaan yang diterima Pemkab Muara Enim sebagai nominasi pemerintah daerah kabupaten yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak dan pelaporan berbasis Sistem Informasi Monitoring Evaluasi dan Pelaporan (SIMEP) Perlindungan Anak. Foto : ANDRE/ENIMEKSPRES.CO.ID

“Komitmen dan inovasi yang dilakukan oleh para penerima Anugerah KPAI 2021 itu tentu akan memberi inspirasi kita dan masyarakat tentang upaya-upaya baik yang bisa dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan anak, mulai dari 0-18 tahun,” kata Femmy.

KPAI sebagai lembaga negara independen yang bertugas, antara lain untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak anak, menurut Femmy, betul-betul selektif dalam memberikan penghargaan Anugerah KPAI tersebut.

Kemenko PMK juga mengapresiasi KPAI dan pemerintah daerah yang telah memiliki SIMEP, yang memberikan akses informasi terhadap perlindungan anak yang lebih baik lagi. Harapannya, Anugerah KPAI dapat diselenggarakan setiap tahun, agar semakin banyak pihak yang peduli terhadap perlindungan anak dan membuat terobosan serta inovasi terkait perlindungan anak yang terjadi di keluarga dan masyarakat. (adv/and)