Perpanjang PPKM Level 3

Ketua Harian Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten PALI, Junaidi Anuar. Foto : EBI/ENIMEKSPRES.SUMEKS.CO

ENIMEKSPRES.SUMEKS.CO, PALI – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang masih berstatus zona orange, akhirnya memperpanjang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dengan melakukan berbagai pembatasan.

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten PALI, Junaidi Anuar, membenarkan bahwa Bumi Serepat Serasan masuk dalam kategori PPKM Level 3 hingga saat ini.

“Benar, saat ini kita PPKM Level tiga. Dan ada beberapa pembatasan yang dilakukan, seperti kegiatan belajar mengajar sekolah dilakukan secara online atau daring antara siswa dan guru,” ujarnya, Rabu (11/8/2021).

Lalu, kegiatan di perkantoran, baik pemerintah maupun BUMN, BUMD, dan swasta dilakukan secara Work From Home (WFH) sebesar 50 persen dan Work From Office (WFO) sebesar 50 persen.

Baca juga: Kabupaten Muara Enim Masuk Kategori PPKM Level 3

“Artinya, semuanya akan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Mengatur jam kerja secara bergantian. Dan pada saat WFH tidak melakukan mobilisasi ke daerah lain,” terangnya.

Namun, kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok warga, seperti toko dan pasar tradisional akan tetap buka 100 persen, dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan mematuhi protokol kesehatan ketat. “Sedangkan untuk tempat makan dan minum dibatasi 25 persen dari kapasitas tempat tersebut. Dan jam operasi dibatasi hingga pukul 21.00 WIB,” bebernya.

Sedangkan untuk tempat ibadah dibatasi 50 persen dari kapasitasnya. Begitu juga dengan fasilitas umum yang dibatasi 25 persen dari kapasitasnya. “Terakhir untuk yang menggelar hajatan dibatasi 25 persen dari kapasitasnya. Jadi apabila ada yang melanggar ke semua itu, kita akan berikan sanksi administratif yang berlaku,” tegas dia.

Oka (35) warga Ibukota Pendopo, salah satu pengusaha rumah makan mengatakan, dengan adanya pembatasan tersebut membuat dagangannya mengalami penurunan, meskipun tidak begitu drastis.

“Kami tetap patuhi aturan pemerintah. Kalau dibilang berdampak, jelas berdampak. Karena memang omzet mengalami penurunan, karena pembeli mengalami penurunan,” katanya. (ebi/mg01)