Polisi Tembak Pemalak Sopir Pikap yang Viral di Medsos, Nangis…

Pelaku Pemalakan
Kiri: pelaku saat memalak sopir pikap di Jalan PSI Lautan, Kelurahan 35 Ilir, Palembang. Kanan: pelaku diberi tindakan tegas terukur lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap polisi. Foto : ISTIMEWA

ENIMEKSPRES.CO.ID, PALEMBANG – Pemalak sopir mobil pikap yang aksinya sempat viral di media sosial (Medsos), diringkus Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang. Tersangkanya Nopriadi alias Nopen (35), warga Lr Kedukan I, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang. Pelaku ternyata buronan polisi dalam kasus pencurian dengan kekerasan (Curas).

“Aksinya yang viral di Jalan PSI Lautan, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, Kamis (26/8/2021) sekitar pukul 15.59 WIB lalu dan langsung viral,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Ranmor, Iptu Irsan Ismail didampingi Kasubnit Opsnal Ranmor, Iptu Jhony Palapa, kemarin (18/9/2021).

Tersangka diamankan saat berada di kawasan halte Monumen, Jumat (17/9/2021). Aksinya yang viral ini terjadi di Jalan PSI Lautan, Kamis (26/8/2021) sekitar pukul 15.59 WIB. “Tersangka ini merupakan DPO kasus curas belum lama ini. Kita juga memberikan tindakan tegas terukur lantaran tersangka melakukan perlawanan saat ditangkap,” ungkap Tri.

Baca juga: Pemalak yang Viral, Nangis Saat Dibekuk

Dalam rekaman video tersangka meminta sejumlah uang kepada sopir. Namun karena tidak ada uang sopir pun tidak bisa menuruti permintaan tersangka. “Saat sopir hendak menutup pintu mobil ditahan tersangka dan langsung naik ke mobil mengambil uang sebesar Rp10 ribu dengan tujuan untuk membeli minuman keras,” terang Tri.

Atas kejadian tersebut, Tjie Mie Njang (61), sopir pikap yang merupakan warga Kelurahan 10 Ilir, Kecamatan IB II, Palembang melaporkannya ke Mapolrestabes Palembang.

Kepada polisi, tersangka Nopen yang terus meringis menahan luka tembak dan menahan sakit telah mengakui perbuatannya dan uang hasil memalak dipakai untuk membeli minum minuman keras dan sisanya untuk membeli makanan. “Uangnya untuk membeli minuman dan sisanya untuk membeli makanan,” katanya. (dey/seg)