Residivis Pembunuhan Sadis Ditangkap Polisi

Jatanras Polda Sumsel menangkap pelaku jambret yang juga residivis pembunuhan sadis di Palembang,
Tersangka Nanda saat diinterogasi Kasubdit Jatanras Polda Sumsel Kompol CS Panjaitan (baju putih). Foto : EDHO/SUMEKS.CO NETWORK

ENIMEKSPRES.CO.ID, PALEMBANG – Residivis kasus pembunuhan sadis dengan puluhan luka tusuk kembali ditangkap polisi. Tersangkanya Nanda Efreyadi alias Nanda (21). Dia diringkus tim Opsnal Unit 3 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dalam kasus jambret di kawasan Jakabaring, Palembang.

Tersangka Nanda dibekuk tim opsnal pimpinan AKP Herry Yusman saat sedang bermain judi online di salah satu warnet di Jakabaring tanpa perlawanan, Selasa (7/9/2021) sore. “Tersangka kita amankan dalam kasus pencurian dengan kekerasan atau jambret handphone di kawasan Jakabaring,” ujar Kasubdit 3 Jatanras, Kompol CS Panjaitan didampingi Kanit 3, AKP I Putu Suryawan, saat gelar rilis, Kamis (9/9/2021) siang.

Panjaitan menjelaskan, aksi tersangka ini dilakukan bersama temannya yang saat ini masih DPO. Kedua pelaku saat melancarkan aksinya menggunakan sepeda motor Yamaha Lexi pada Minggu (6/6/2021) malam lalu, di Jalan GHA Bastari, Jakabaring, Palembang.

“Korban saat itu berboncengan, tiba-tiba dipepet oleh tersangka dan langsung menarik handphone dari arah sebelah kiri. Namun, korban mempertahankannya dan mengakibatkan kedua pelaku jatuh,” terang Panjaitan.

Baca juga: Dor! Dua Jambret Dipelor Polisi

Motor yang dikendarai tersangka Nanda terjatuh langsung ditinggalkannya begitu saja, karena melihat warga yang datang dan mencoba mengejar. “Kedua tersangka berhasil kabur dan meninggalkan motor yang dipakai mereka. Motornya diamankan di Mapolrestabes Palembang dan korban juga melaporkannya di sana. Saat ini tersangka masih kita mintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Panjaitan.

Di hadapan polisi, tersangka yang merupakan warga Jalan Pangeran ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang tersebut, mengaku sudah melakukan aksi yang sama pada tahun 2016 lalu.

“Pernah dipenjara kasus jambret juga, Pak. Waktu itu aku dijebloskan ke Lapas Anak karena masih di bawah umur. Dan pada tahun 2017 juga ditahan dalam kasus pembunuhan. Korban yang dibunuh mengalami luka bacok sebanyak 20 lubang,” aku tersangka Nanda.

Dalam kasus jambret ini, tersangka meminjam sepeda motor milik temannya. Modusnya memepet korban dari arah sebelah kiri dan menarik handphone. “Karena saling tarik, kami jatuh, Pak. Aku yang bawak motor. Motor itu punya kawan. Kalau dapat selalu duitnya dibagi tiga. Dan selama kabur aku kerja di Cinta Manis sebagai buruh potong tebu,” tutup tersangka. (dho/seg)