Rumah Penjaga Sekolah Ludes Terbakar

kebakaran rumah di PALI
Rumah penjaga sekolah milik Ramlan, warga Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, PALI, hangus dilalap si jago merah. Foto : EBI/ENIMEKSPRES.CO.ID

ENIMEKSPRES.CO.ID, PALI – Warga Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak heboh. Pasalnya, salah satu rumah di desa ini milik Ramlan (57), hangus dilalap si jago merah.

Kejadian kebakaran tersebut berlangsung pada Kamis (30/9/2021) sekitar pukul 06.00 WIB, saat korban yang keseharian merupakan penjaga sekolah ini sedang pergi meninggalkan rumahnya.

Api yang muncul secara tiba-tiba, langsung membesar melalap bangunan semi kayu milik korban. Sontak membuat warga setempat langsung berdatangan untuk melihat dan sebagian mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Kepala Desa Talang Akar, Sunarto mengatakan, api diketahui warga muncul sekitar pukul 06.00 WIB, saat pemilik rumah tengah melakukan aktivitasnya di luar rumah.

Baca juga: Ditinggal Nyadap Karet, Rumah Warga di Talang Ritam Ludes Dilalap Api

“Api langsung membesar dan menghanguskan hampir seluruh rumah dan isinya. Pada saat kejadian hanya ada anaknya yang menunggu, tetapi Alhamdulillah kejadian itu tidak menelan korban jiwa karena anaknya langsung keluar,” jelas Sunarto.

Untuk penyebab sendiri, dirinya belum mengetahui karena saat kejadian rumah hanya ditunggu anak pemilik rumah dan lingkungan kejadian sudah banyak warga beraktivitas ke kebun.

“Rumah itu semi permanen dan lokasinya dekat dengan gedung SMP. Beruntung meski kondisi rumah hangus, tapi api tidak sempat menjalar ke bangunan sekitar,” terang Sunarto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten PALI, Ibrahim Cik Ading mengatakan, pihaknya setelah menerima laporan langsung menerjunkan mobil Damkar dan mobil tangki suplai air.

“Petugas kita datang ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun saat sampai di lokasi api sudah padam karena api cepat melahap rumah yang bangunannya semi permanen dan sebagian besar terbuat dari kayu,” terang Ibrahim. (ebi/mg01)