Sesal Istri

Sesal Istri Oleh: Dahlan Iskan ISTRI polisi itu mengadu-aduk emosi dan perasaan siapa saja. Begitu naik podium, dia tidak bisa langsung berbicara.
Dahlan Iskan. Foto : DISWAY

Oleh: Dahlan Iskan

ISTRI polisi itu mengadu-aduk emosi dan perasaan siapa saja. Begitu naik podium, dia tidak bisa langsung berbicara. Suaminya, Jason Rivera, yang baru tiga bulan lalu mengawininya, ada di peti mati di depannya.

“Kini saya memang punya ribuan saudara dan saudari baru, anggota polisi, tapi tanpa Jason jiwa saya sunyi,” kata Ny Jason, Dominique Luzuriaga.

Wajahnya terus menunduk. Telapak tangannya terus ditepuk-tepukkan secara lirih dengan irama sangat cepat ke podium. Dia seperti sulit untuk memulai bicara.

Terus saja telapak tangannya ditepukkan ke podium. Berkali-kali. Lebih 20 sentuhan. Belum juga mulai bicara. Dia terisak.

Dominique kian sulit bicara. Maskernya pun agak melorot. Dia raih masker itu. Dia renggut dari mulutnya. Dia lepas pula kacamatanya –yang kelihatannya mulai berembun air mata. Seorang wanita mendekat. Mengambil masker dan kacamata itu. Juga menguatkannya.

Tatapan wajahnya masih terus ke kertas naskah yang akan dia baca. Dia usap-usap kertas itu, seperti ingin memperjelas huruf-hurufnya yang terasa kabur oleh linangan di kornea.

“Saya ingin mengucapkan selamat pagi kepada Anda semua,” katanya lirih. “Tapi inilah pagi yang paling buruk.”