Tamu Resepsi Pernikahan Maksimal 50 Orang dan Tidak Ada Hidangan di Tempat

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 di Kabupaten Muara Enimberlanjut hingga 20 September 2021.
Anggota Polisi dan TNI mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker sebagai upaya penanganan Covid-19. Foto : OZI/ENIMEKSPRES.CO.ID

ENIMEKSPRES.CO.ID, MUARA ENIM – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 dalam upaya pengendalian Covid-19 di Kabupaten Muara Enim berlanjut hingga 20 September 2021.

Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim H. Nasrun Umar (HNU) telah menerbitkan surat edaran terkait perpanjangan penerapan PPKM Level 3 tersebut yang berlaku mulai 7 hingga 20 September 2021 mendatang.

Dalam surat edaran Nomor: 443.1/31/BPBD/2021, penerapan PPKM Level 3  mengacu instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1. Serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.

“Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 untuk pengendalian penyebaran corona virus lingkup Kabupaten Muara Enim,” ujar Pj Bupati H. Nasrun Umar dalam keterangan tertulis.

Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang ini menjelaskan aturan baru pada penerapan PPKM Level tiga untuk kegiatan pendidikan, sektor non-esensial dan esensial. Pertama,  pelaksanaan pembelajaran di sekolah melalui tatap muka dilaksanakan terbatas dengan kapasitas 50 persen.

“Kemudian pelaksanaan kegiatan di tempat kerja atau perkantoran diberlakukan 75 persen work from home (WFH) dan 25 persen work from office (WFO),” tuturnya.

Baca juga: Perpanjang PPKM Level 3

Untuk sektor esensial, seperti kesehatan, pangan, energi, komunikasi, teknologi informasi, perbankan, hotel, konstruksi, industri, dan pelayanan dasar publik tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan.

“Pasar tradisional, kaki lima, kelontong, asongan, hingga bengkel, dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker, mencuci tangan, dan hand sanitizer,” jelas Bupati.

Dari sektor non-esensial di bidang usaha makanan. Mulai dari restoran, kafe, dan kedai makanan akan diberikan pelonggaran jam operasional hingga pukul 20.00 WIB. Dengan kapasitas pengunjung 25 persen serta penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Lalu, untuk tempat ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan kapasitas maksimal 25 persen atau maksimal 50 orang. Lebih lanjut, dipaparkan aturan pelaksanaan hajatan pada penerapan PPKM 3 di Kabupaten Muara Enim. “Pelaksanaan kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan maksimal 50 persen dari kapasitas atau maksimal 50 orang dan tidak ada hidangan makanan di tempat,” ujarnya.

Selain itu, PPKM Level 3 juga mengatur transportasi umum (kendaraan umum, sewa/rental) agar kapasitas maksimal 70 persen. “Pelaku perjalanan domestik menggunakan mobil, motor dan umum juga harus menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama, hasil swab antigen H-1 dan untuk sopir kendaraan logistik dan barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin,” ulas Bupati.

Terakhir, dalam edaran, Bupati mengajak masyarakat Kabupaten Muara Enim tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. “Serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa memakai masker,” pungkas HNU. (ozi/mg01)