Warga Bermukim di Tepi Sungai Diimbau Waspada Longsor

Warga bermukim di tepi sungai diminta waspada longsor
Salah satu lokasi pemukiman warga yang rawan longsor karena berada di tepi sungai. Foto : EBI/ENIMEKSPRES.CO.ID

ENIMEKSPRES.CO.ID, PALI – Puncak musim hujan tahun ini akan terjadi di penghujung 2021. Tentu saja, dengan tingginya intensitas curah hujan di Bumi Serepat Serasan saat ini, tidak jarang memicu berbagai masalah yang menyebabkan bencana, salah satunya longsor.

Untuk antisipasi terjadinya bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menempatkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) pada setiap desa terutama wilayah rawan bencana.

“Daerah rawan longsor di Desa Bumi Ayu, Tanah Abang Selatan, Tanah Abang Utara, Sukaraja, Sedupi, Pandan dan Modong. Semuanya berada di Kecamatan Tanah Abang, karena ada Sungai Lematang,” ungkapnya, Minggu (3/10/2021).

Baca juga: Musim Hujan, Waspadai Potensi Longsor

Tak hanya itu, di Kecamatan Talang Ubi ada dua titik yang berpotensi longsor juga, dan ada pemukiman warga di tepiannya, yakni di Kelurahan Talang Ubi Barat dan Desa Talang Bulang.

“Sebenarnya warga sendiri sudah terbiasa dengan banjir dan ancaman longsor. Karena mereka ini sudah bertahun-tahun menempati rumah tersebut. Tapi kita terus lakukan pemantauan,” terangnya.

Sementara itu, Lan (48), salah satu warga yang bermukim di tepi aliran sungai mengatakan, dirinya akan selalu waspada akan datangnya bahaya longsor yang bisa datang kapan saja.

“Kami sudah terbiasa sebenarnya, Pak. Tapi kalau ada solusi mau direlokasi, baiknya jangan terlalu jauh. Saya rasa sebagian besar warga mau pindah kalau letaknya tidak jauh,” kata Lan. (ebi/mg01)